Fatawa Puasa Bin Baaz (13): Seorang Isteri Dipaksa Berjimak Oleh Suami, Apakah Wajib Membayar Kaffaroh?


dua insan

Pertanyaan: Seorang suami menyetubuhi isterinya pada siang Ramadhan, dan dia telah membayar kaffaroh dengan berpuasa dua bulan berturut-turut. Apakah wajib bagi isterinya membayar kaffaroh atau tidak?

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menjawab, Bismillah walhamdulillah, bagi isteri sama seperti suaminya, jika (dia melakukan hal itu) karena tidak ada paksaan. Apabila dia tidak mampu (berpuasa dua bulan berturut-turut) maka memberi makan enam puluh orang miskin. Takarannya adalah setiap orang miskin setengah sho’ (satu setengah kilo gram). Adapun jika karena suami memaksanya dengan kekuatan, atau pukulan keras, maka tidak ada kaffaroh atasnya. Hanyalah suami yang menanggung dosanya. Tetapi jika ada unsur bermudah-mudahan dari seorang isteri, maka wajib atasnya membayar kaffaroh seperti suami, sama persis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s