Fatawa Puasa Bin Baz (1): Puasa Bukan Kekhususan Umat Ini


moon2

Pertanyaan: Bulan Ramadhan apakah bagian dari kekhususan umat ini atau juga dimiliki oleh umat-umat terdahulu?

Syaikh Bin Baz menjawab, “Allah Ta’ala berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}

“Hai orang-orang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 183)

Ayat yang mulia ini memberikan sebuah petunjuk bahwasanya puasa adalah ibadah yang sudah dari dahulu diwajibkan atas orang-orang sebelum kita seperti yang diwajibkan atas kita.

Tetapi apakah (kewajiban puasa) bagi mereka juga pada bulan ramadhan atau pada bulan lainnya? Tentang hal ini saya tidak mengetahui adanya riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Adapun keutamaan dan kekhususannya sangat banyak, di antaranya hadits yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda, ”

أعطيت أمتي في رمضان خمس خصال لم تعطها أمة قبلها: خلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك، وتستغفر لهم الملائكة حتى يفطروا، وتصفد فيه مردة الجن فلا يخلصون فيه إلى ما كانوا يخلصون إليه في غيره، ويزين الله كل يوم جنته فيقول: يوشك عبادي الصالحون أن يلقوا عنهم المئونة والأذى ويصيروا إليك، ويغفر لهم في آخر ليلة. قيل: أهي ليلة القدر؟ قال: لا، ولكن العامل إنما يوفى أجره إذا قضى عمله،

Umatku diberi 5 kelebihan pada bulan ramadhan yang tidak diberikan pada umat terdahulu,

  1. bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari aroma minyak misik,
  2. malaikat akan memintakan ampunan bagi mereka hingga berbuka,
  3. syetan yang jahat akan dibelenggu sehingga mereka tidak bebas bergerak pada bulan ramadhan seperti pada bulan-bulan lainnya,
  4. Setiap hari Allah menghiasi surganya dan berfirman, telah dekat bagi hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu.
  5. dan mereka akan diampuni pada malam yang terakhir.

Saat itu ada yang bertanya, apakah yang dimaksud adalah malam lailatul qodar? Beliau menjawab, bukan. hanyalah orang yang beramal akan diberi balasan apabila dia telah menyelesaikan pekerjaannya. (HR. Imam Ahmad)

Inilah 5 perkara yang telah dijelaskan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai kekhususan umat ini. Di antaranya juga sabda beliau,

«من صام رمضان إيمانا واحتسابا، غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه () »

“Barangsiapa berpuasa pada bulan ramadhan dengan keimanan dan pengharapan, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. dan Barangsiapa menghidupan ramadhan dengan keimanan dan pengharapan, maka diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang menghidupkan lailatul qodar dengan keimanan dan pengharapan, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” Hadits ini telah disepakati keabsahannya (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda, “Carilah malam lailatul qodar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Muttafaqun ‘alaihi (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam apabila telah memasuki sepuluh terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” Muttafaqun ‘alaihi

[ MAJMU’ FATAWA IBNU BAAZ 15/8 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s