Ungkapan: “Al-Hamdulillahil Qo-il”


Fenoma sering kita dapati dari para da’i sering menggunakan ungkapan berikut,

(الحمد لله القائل)

“Segala puji bagi Allah yang telah berfirman…”

Tentang perkara ini, Asy-Syaikh Al-Fakih Muhammad Ibnu Al-‘Utsaimin menjelaskan, Aku punya komentar tentang khotbah ini: “Alhamdulillah Al-Qo-il, yang banyak digunakan manusia.” Aku tidak melihatnya adalah lafazh yang biasa digunakan,  tidak didalam sunnah atau ucapan para shahabat, tidak pula para ulama’ -sebatas yang kami tahu-.

apabila kamu mengucapkan: “Innal hamda lillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu” berarti kamu telah menjaga sesuatu yang ada (sunnahnya), inilah yang lebih utama.

Maka ulangilah khutbah (pembukaan) selain yang kamu sebutkan tadi

Pembaca mengatakan: “Aku ganti (ya Syaikh)?!

Kata Syaikh: “ganti…, ganti…, mengganti kepada yang baik adalah kebaikan.”

[ Fatawa Al-Haram Al-Makki Tahun 1414 H,  side A dari kaset ke 15 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s