Kapan Seorang Makmum Membaca Surat Al-Fatihah


Ini adalah jawaban dari pertanyaan yang masuk ke redaksi kami melalui blog http://www.olamayemen.wordpress.com dari Ummu Luthfi semoga Allah selalu menjaganya.

Ustad yang di muliakan Alloh, ana mau tanya:
kapan seorang ma’mum membaca suroh alfatihah, apakah berbarengan dengan Imam dengan suara sir, atau sendiri2 sesuka makmum?

dulu waktu di sekolah ana di ajarkan sholat bagi makmum membaca alfatihah ketika imam membaca suroh pilihan, Bagaiman tuntunan yang syar’i, Jazakallohu khoir

Jawab:

Yang lebih baik bagi makmum untuk membaca Al-Fatihah setelah imam selesai membaca Al-Fatihah. Agar dia bisa menyimak bacaan Al-Fatihah imam. Karena dari segi hukum, membaca Al-Fatihah adalah wajib dan rukun sholat, sementara membaca surat lain setelah Al-Fatihah adalah sunnah (tidak wajib).

Apabila makmum membaca Al-Fatihah ketika imam sedang membaca Al-Fatihah maka ia tidak bisa menyimak dengan seksama bacaan imam, ia hanya bisa menyimak bacaan surat lain setelah Al-Fatihah. Maka, kata para ulama’, menyimak bacaan Al-Fatihah imam yang itu merupakan rukun sholat lebih utama daripada menyimak bacaan surat selain Al-Fatihah yang hukumnya hanya sunnah. wallahu a’lam

Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin 13/91 fatwa no.473

About these ads

2 Tanggapan

  1. kalau semua makmum sibuk membaca alfatihah ketaika imam membaca surat , lalu kalau imam siapa yang akan membetulkannya . bukankan allah berfirman فاذ قرئ عليهم القرءان فالستمعو له وأنسطوا . setau saya bacaan alfatihah imam cukup bagi makmum. gimana tat , bantuin jawab dong

    [ admin ]
    Tentunya bagi yang pernah belajar fiqih bisa memahami keadaan ini. Karena permasalahan fiqih adalah tempatnya terjadi silang pendapat, tapi alhamdulillah itu semua tidak membuat mereka saling menghina dan mentahdzir. Karena, kalaupun fiqih mereka berbeda tapi ‘aqidah dan manhaj mereka satu.
    Untuk permasalahan ini, apa yang kami sebutkan diatas itulah yang kami pandang kuat, sebatas ilmu yang ada pada kami.
    Dan apa yang anda sebutkan diatas juga salah satu pendapat ulama’.
    Namun perlu dijelaskan disini bahwa apa yang anda sebutkan diatas berasal dari sebuah hadits yang berbunyi:
    من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة
    “Barangsiapa yang shalat bersama imam, maka bacaan imam adalah bacaan baginya.” (HR. Ibnu Majah dan yang lainnya).
    hadits ini adalah lemah, dilemahkan oleh para ulama seperti Ibnu Katsir di muqoddimah kitab tafsirnya. Wallahu a’lam, seandainya pun shahih dijelaskan sebagian ulama’ itu berlaku untuk shalat yang dinyaringkan padanya bacaan imam, seperti Maghrib, Isya’, dan shubuh.

    Adapun ayat diatas itu bersifat umum, sedangkan hadits-hadits yang berisi perintah membaca al-fatihah bagi makmum bersifat khusus, dalam sebuah qo’idah “am makhsus, yaitu dalil yang umum dikhususkan dengan dalil lain.” maka tidak boleh memakai dalil umum kalau ada dalil khusus ttg sebuah permasalahan.
    Contohnya, Allah didalam al quran melarang membunuh seorang muslim dengan sengaja.” ini dalil umum, tapi dikhususkan dalam sunnah rasul bahwa ada beberapa golongan muslim yang boleh dibunuh dengan sengaja, seperti seorang yang berzina dalam keadaan telah menikah. Wallahu a’lam

  2. masya allah ilmiah sekali akhi…jazakallah khair….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: